DISKURSUS JENDER DALAM HUKUM ISLAM

Mesraini Mesraini

Abstract


Abstrak: Wacana jender merupakan isu yang memiliki tantangan tersendiri dalam kajian keislaman. Di samping lahir dari dunia Barat, wacana ini dipandang kurang linier dengan kajian keislaman. Kesan ini cenderung didasarkan atas pemahaman yang kurang proporsional. Jender bukanlah memperlakukan seseorang atas dasar jenis kelamin, tetapi atas kompetensi seseorang. Jika pendekatan jenis kelamin itu bersifat biologis-kodrati dan tidak dapat diubah, maka pendekatan jender bersifat konstruk-sosial, bukan kodrati, dan dapat diubah. Sumber primer Islam, seperti Alquran Hadits, memastikan dalam persoalan kedudukan, ibadah, dan hukum antara laki-laki dan perempuan memiliki posisi yang sama. Namun, sebagian dari aspek fiqhiyah sebagai implementasi atas pemahaman sumber primer itu dipandang masih bias. Perbedaan pemikiran, budaya masyarakat, dan tantangan yang dihadapi oleh para imam fiqh berkontribusi atas bias jender.

 

Kata Kunci: Jender, Hukum Islam, Fiqh

Keywords


Jender, Hukum Islam, Fiqh

References


Echols, John M. dan Hasan Shadily, Kamus Inggris-Indonesia, (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 1996), cet. ke-23.

Engineer, Asghar Ali, Hak-hak Perempuan dalam Islam,terjemahan Farid Wajidi dan Cici Farkha Assegaf, (Yogyakarta: Yayasan Bentang Budaya, 1994), cet. ke-1.

Fakih, Mansour, et.al, Membincang Feminisme: Diskursus Gender Perspektif Islam, (Surabaya: Risalah Gusti, 1996), cet. ke-1.

Hasyim, Syafiq, Hal-hal yang Tak Terpikirkan tentang Isu-isu Keperempuanan dalam Islam, (Bandung: Mizan, 2001), cet. ke-1.

Ihram, `Ali, Encyclopedia of Islam, (Leiden: tp,tt).

MD, Mukhotib, (ed.), Menggagas Jurnalisme Sensitif Gender, (Yogyakarta: PMII Komisariat IAIN Sunan Kalijaga, 1998).

Mernissi, Fatimah dan Riffat Hassan, Setara di Hadapan Allah: Relasi Laki-laki dan Perempuan dalam Tradisi Islam Pascapatriarkhi, terjemahan Tim LSPPA, (Yogyakarta: LSPPA dan Yayasan Prakarsa, 1995).

Muhammad, Husein, Fiqh Perempuan: Refleksi Kiai atas Wacana Agama dan Gender, (Yogyakarta: LkiS, 2001).

Sarapung, Elga, et.al., Agama dan Kesehatan Reproduksi, (Jakarta: Pustaka Sinar Harapan, 1999), cet. Ke-1.

Umar, Nasaruddin, Argumen Kesetaraan Jender Perspektif Al-Quran, (Jakarta: Paramadina, 1999), cet. ke-1.

-----------, Bias Jender dalam Penafsiran Kitab Suci, (Jakarta: Fikahati Anesha, 2000), cet. ke-1.

-----------, Paradigma Baru Teologi Perempuan, (Jakarta: Fikahati Aneska, 2000), cet. ke-1.

Zahrah, Muhammad ibn Abu, Tarikh Madzahib al-Islamiyah, (ttp: tp, tt).

al-Zuhaili, Wahbah, al-Fiqh al-Islam wa Adillatuhu, (Damaskus: Dar al-Fikr, 1983), cet. II.




DOI: https://doi.org/10.32507/mizan.v2i1.199

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Mesraini Mesraini

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.