TRANSAKSI TANPA IJAB KABUL DALAM MASYARAKAT PERSPEKTIF HUKUM ISLAM

ahmad Mukri Aji

Abstract


Yang dimaksud dengan ijab dalam definisi akad adalah ungkapan atau pernyataan kehendak melakukan perikatan (akad) oleh suatu pihak, yang mengandung keinginannya secara pasti untuk mengikatkan diri, biasanya disebut sebagai pihak pertama. Sedangkan qabul  adalah pernyataan atau ungkapan pihak lain yang menunjukkan persetujuannya untuk mengikatkan diri, biasanya dinamakan pihak kedua, menerima atau menyetujui pernyataan ijab.  Atas dasar ini, setiap pernyataan pertama yang dikemukakan oleh salah satu pihak yang ingin mengikatkan diri dalam suatu akad disebabkan dengan mujib (pelaku ijab) dan setiap pernyataan kedua yang diungkapkan oleh pihak lain setelah ijab disebut dengan qabil (pelaku kabul); tanpa membedakan antara pihak mana yang memulai pernyataan pertama tersebut.

Kata Kunci: Ijab Kabul, Transaksi, Hukum Islam


Keywords


Ijab Kabul, Transaksi, Hukum Islam

References


Al-Qur’an al-Karim dan terjemahannya

Syaltut, Mahmud, al-Islam ‘Aqidah wa Syari’ah, Mesir: Dar al-Qalam, 1972

Khallaf, Abd al-Wahhad, I’Im Usul al-Fiqh, al-Qariah; Dar al-Kwaitiyyah, 1942

‘Audah’, ‘Abd al-Qadir, at-Tasyri al-Jinai al Islami, Beirut: Muassasah ar-Risalah, 1994

Ghufron A. Mas’adi, Drs. MA., Fiqh Mu’amalah Kontekstual, Jakarta, PT Raja Grafindo Persada, 2002

Ensiklopedia Hukum Islam, Jakarta: PT. Ichtiar Van Hoeve, 1999, Cet. Ke-3

Al-Zarqa, Musthafa, al-Madkhal al-Fiqh al-‘amm, Beirut: Darul Fikri, 1967-1968

Zuhaili, Wahbah, Dr.,al-fiqh al-Islami wa Adillatuh, Beirut: Darul Fikri, 1995, jilid 4…

Yunus, Nur Rohim, Restorasi Budaya Hukum Masyarakat Indonesia, Bogor: Jurisprudence Press, 2012




DOI: https://doi.org/10.32507/mizan.v2i1.215

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 ahmad Mukri Aji

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.