INTEGRASI KEILMUAN UNTUK PENDIDIKAN KARAKTER DOKTER MUSLIM

Rasi'in Rasi'in

Abstract


Artikel ini membahas konsep integrasi keilmuan dan keislaman serta penerapanya secara kelembagaan pada Fakultas “Kedokteran UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Ada tiga masalah utama yang menjadi kajian secara komprehensif, yaitu; Konsep Integrasi Keilmuan, Model Kurikulum, dan Pembentukan karakter dokter muslim Artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif dan diperkuat dengan pendekatan kuantitatif (Mix Method). Pendekatan kualitatif secara khusus memberikan teknik untuk memperoleh jawaban atau informasi mendalam tentang pendapat atau perasaan seseorang. Penelitian kuantitatif dilaksanakan setelah mendapatkan informasi dari data kualitatif yang dilaksankan pada unsur pengelola, dosen dan peserta didik. Melalui data ini dikembangkan instrument yang memotret gambaran pelaksanaan integrasi keislaman dan kedokteran untuk menghasilkan standar dokter muslim. Beberapa hasil pembahasan analisis antara lain: Pertama, konsep integrasi keilmuan dan keislaman pada Fakultas Kedokteran UIN Syarif Hidayatullah Jakarta diwujudkan dan diterapkan dalam bentuk Modul Dokter Muslim atau Integrated Moslem Doctor and Bioathics (IMDB) dan pengintegrasian konsep serta nilai-nilai keislaman pada setiap modul kedokteran. Kedua, Upaya-upaya pelaksanaan pembentukan karakter dokter muslim telah dilakukan dengan baik, meskipun belum mencapai hasil maksimal karena adanya beberapa kendala diantaranya; 1) terbatasnya jumlah SDM yang memiliki kualifikasi dan kompetensi di bidang kedokteran sekaligus menguasai bidang keislaman, 2) terbatasnya sarana dan prasarana penunjang yang mendukung pembentukan karakter dokter muslim. 3) Semakin ketatnya aturan-aturan administratif yang menyita waktu, tenaga, dan pikiran tenaga pendidik sehingga kurang konsentrasi dalam pelaksanaan tugas akademik. 4) Semakin berkurangnya input calon mahasiswa yang berasal dari kalangan pesantren. Dapat disimpulkan bahwa, Perlu adanya Pedoman integrasi keilmuan dan keislaman yang lebih implementatif, praktis, jelas dan tegas yang dapat dijadikan pedoman bagi penyelenggara dan pengelola di fakultas, khususnya Fakultas Kedokteran. kemudian modul Dokter Muslim sebagai bagian dari komponen kurikulum kedokteran perlu dikembangkan lebih lanjut dan perlu mendapatkan  perhatian khusus dalam pelaksanaannya. selanjutnya perlu adanya Kurikulum Kedokteran Integratif dalam Pembentukan Karakter Dokter Muslim di FK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Keywords


Intergari Keilmuan; Kurikulum Dokter; Pembentukan Katakter

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.32507/fikrah.v3i2.579

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Rasi'in Rasi'in

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Indexed by:


 

License

© Copyright CC BY-SA

web analytics View My Stats

Fikrah, p-ISSN: 2599-1671, e-ISSN: 2599-168X