Pemisahan Maqashid Syariah dari Ilmu Ushul Fiqh dan Pengaruhnya Pada Penetapan Hukum Islam Kontemporer

Hambari Hambari, Quroh Ayuniyyah

Abstract


One of the concerns that exist in the maqashid as-syariah (the aims of the Islamic law) is the relationship between the principles of jurisprudence (ushul al-fiqh) and the objectives of the law disciplines. In this sense, scholars have contested the subject. Some of them consider that the purposes of the Islamic law is a part of the jurisprudence, while the others opine that both of them are independent sciences. This essay aims to investigate the issue by using inductive analytical technique. Among the most noteworthy outcomes reached in this investigation are as follows. First, the Ulama who understood that the purposes of the law is part of the jurisprudence include Imam Shatibi, Sheikh Abdullah ibn Bayyah, and Numan Jaghim. Second, the Ulama who saw the independence of the aims of the law of jurisprudence include Imam Muhammad al-Tahir ibn Ashur, Ahmad al-Raisuni, Ismail Hasani, Muhammad al-Habib Ibn al- Khuja and Jasser Auda. In addition, based on the examination of the two viewpoints, it can be argued that the second position creates space to aid the process of constructing contemporary Islamic law. Other than that there is a note of the need to improve the rules in it so that it does not have a negative influence.

Keywords: Separation; Maqashid Syariah; Ushul Fiqh; Contemporary of Islamic Law

 

Abstrak.

Salah satu permasalahan yang ada dalam Maqashid Syariah (tujuan-tujuan hukum syariah) adalah terkait hubungan antara ilmu Ushul Fiqh dan ilmu Maqashid Syariah, para ulama telah mendiskusikan masalah tersebut, beberapa dari mereka berpendapat bahwa Maqashid Syariah itu bagian dari ilmu Ushul Fiqh, dan beberapa dari mereka yang percaya bahwa Maqashid Syariah merupakan ilmu mandiri yang terpisah. Oleh karena itu, penulis mencoba mengkaji masalah tersebut. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan analitik induktif. Di antara hasil yang dicapai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. Pertama, sebagian Ulama yang melihat bahwa Maqashid Syariah adalah bagian dari Ushul Fiqh beberapa di antaranya adalah Imam Syatibi, Syekh Abdullah bin Bayyah, dan Numan Jaghim. Kedua, para ulama yang melihat kemandirian Maqashid Syariah beberapa di antaranya adalah Imam Muhammad al-Tahir Ibn Ashur, Ahmad al-Raisuni, Ismail Hasani, Muhammad al-Habib Ibnu al-Khuja dan Jasser Audah. Selain itu berdasarkan analisis kedua pendapat tersebut diperoleh kesimpulan bahwa pendapat kedua membuka ruang untuk mempermudah pada proses penetapan hukum Islam kontemporer dan menjadi catatan perlunya untuk mengokohkan aturan di dalamnya sehingga tidak menimbulkan dampak negatif.

Kata kunci: Pemisahan; Ilmu Maqashid Syariah; Ilmu Ushul Fiqh; Hukum Islam kontemporer


Keywords


Pemisahan; Ilmu Maqashid Syariah; Ilmu Ushul Fiqh; Hukum Islam kontemporer

Full Text:

PDF

References


Al-Juwayni, Imam Haramain Abu Al-Maali Abdul-Malik bin Abdullah, (1992 M). Al-Burhan fi Ushul Al-Fiqh, Mesir: Dar Al-Wafa.

Al-Hasani, Ismail, (1995 M). Nadhariyah Al-Maqosid ‘Inda Al-Imam Muhammad At-Thahir bin ‘Ashur, Washington : Al-Ma’had Al-‘Aly Lil Fikri Al-Islami.

Raissouni, Ahmed, (1995 M). Nadhariyah Al-Maqasid ‘Inda Al-Imam As-Syathabi, Virginia: Al-Ma’had Al-‘Aly Lil Fikri Al-Islami.

Al-Shatby, Abu Ishaq Ibrahim bin Musa, (2001 M). Al-Muwafiqat fi Ushul As-Syari’ah, Beirut: Dar Al-Kutub al-Ilmiyya.

Al-Qaffal Al-Shashi, Abu Bakar Muhammad bin Ali bin Ismail, (2008 M). Muhasin As-Syari’ah, Kairo: Al-Furuq Al-Hadistiyah Lit Tiba’ah Wa An-Nasyr

Ibnu Bayh, Abdullah, (2006 M). ‘Alaqah Maqasid As-Syari’ah bi Ushul Al-Fiqh, London: Muasasah Al-Furqan litiratsa Al-Islami.

Ibn Al-Khojah, Muhammad Al-Habib, (2004 M). muhammad Al-Taahir ibn ‘asyur wa Kitabuhu Maqasid As-Syari’ah Al-Islamiyah, Qatar: Wizarah Al-Awqaf wa Syu’uni Al-Islamiyah.:

Ibn Asyur, Muhammad Al-Tahir, (2001 M). Maqasih As-Syari’ah Al-Islamiyah, Oman: Dar Al-Nafais.

Nuaim Jughaim, Al-‘Alaqah baina Maqasid As-Syari’ah Al-Islamiyah wa ‘Alaqatiha bil Adilatih As-Syari’ah.

Al-Youbi, Muhammad Saad bin Ahmed bin Masoud, (1998 M).Maqasidh As-Syari’ah,, Riyadh: Dar Al-Hijrah untuk publikasi dan distribusi.

Al-Fashi, Allal, (1993 M). Maqasidh As-Syari’ah wa Makarimaha, Beirut: Dar al-Gharb al-Islami.

Zaidan, Abdul Karim, (2019). al-Wajiz fi Ushul Fiqh, Beirut: Muassasah al-Risalah Nasirun.

Yakin, Ainol. (2018). Rekonstruksi Maqâshid al-Syarî`ah dalam Pengembangan Metodologi Hukum Islam (Kajian Eksploratif Pemikiran Jasser Auda). Madania Jurnal Kajian Keislaman, 22 (1), 63-82.

http://www.feqhweb.com/vb/t13698.html (21/12/2021).

http://www.alihyaa.ma/Article.aspx?C=5798 (19/12/2021).

http://fiqh.islammessage.com/NewsDetails.aspx?id=8736 (22/12/2021).

http://www.alukah.net/sharia/0/59636/#ixzz4TZb83RZz (22/12/21




DOI: https://doi.org/10.32507/mizan.v6i1.1200

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Hambari Hambari, Quroh Ayuniyyah

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Indexed by:

  

 


 

License

© Copyright CC BY-SA

web analytics View My Stats

Mizan, p-ISSN: 2598-974X, e-ISSN: 2598-6252

Mizan: Journal of Islamic Law Published by Department of Ahwal Al-Syakhsiyyah, Faculty of Tarbiyah, Universitas Ibn Khaldun Bogor in partnership with Himpunan Ilmuwan dan Sarjana Syariah Indonesia (HISSI) DKI Jakarta.

Editorial Office:

FAI Building, 1st Floor, Department of Ahwal Al-Syakhsiyyah, Kedung Badak, Bogor City, West Java, Indonesia 16162 Phone/Fax. 0251-849529, Email: Mizan@uika-bogor.ac.id