Analisis Pendapat Ulama Syafi’iyah Terhadap Syarat-Syarat Berpoligami Dalam Pasal 5 Undang-Undang Perkawinan Nomor 1 Tahun 1974

Muhammad Muhyidin Almutaarif

Abstract


Abstract:

This study analyzes the syafi'iyah judgment clerics about the requirements of polygamy in Article 5 of the Marriage Law No. 1 of 1974. This study used & qualitative approach and used the literature study research method. The main source of this research is the book of Al-Umm volume 9 written by Imam Syafi'i, Kifayatul Akhyar by Imam Taqyuddin Al-Husaini and Bulugul Maram written by Ibn Hajar Al-Asqalani. The results of the study found that the requirements of polygamy contained in the Marriage Act number 1 of 1974 which views of the Shafi'i Ulama analyzed Which originated from the books of the works of the Syafi'iyah scholars. There were similalities and differences between the two. Fair to the wives, while the difference is that in the Syafi'iyah Ulama there is no need for the wife to agree to polygamy. Thus the syafi'iyah scholars only must fair as a polygamy condition. As for the terms of the wife's agreement to carry out polygamy as explained in the Marriage Law Number 1 of 1974 there is a maqasid syar'iyyah in it, namely that the husband can respect women's dignity and his wife and children receive their rights properly. '

Keywords: Analysis, Terms of Polygamy, Syafi'iyah Ulama, and Article 5 of the Marriage Law 1 of 1974.

Abstrak:

Penelitian ini menganilisis pendapat ulama syafi’iyah mengenai syarat poligami dalam pasal 5 Undang-undang perkawinan No. 1 tahun 1974. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif dan menggunakan metode penelitian studi kepustakaan. Sumber utama penelitian ini adalah kitab terjemahan Al-Umm jilid 9 karangan Imam Syafi’i, Kifayatul Akhyar karangan Imam Taqyuddin Al-Husaini dan Bulugul Maram karangan Ibnu Hajar Al-Asqalani. Hasil penelitian menemukan bahwa syarat poligami yang terdapat dalam Undang-undang perkawinan nomor 1 tahun 1974 yang dianalisis oleh pandangan Ulama syafi’iyah yang bersumber dari kitab-kitab karya para ulama syafi’iyah  terdapat persamaan dan perbedaan antara keduanya, persamaan tersebut tedapat pada syarat harus berlaku adil kepada para istri, sedangkan perbedaannya yaitu dalam Ulama Syafi‘iyah tidak terdapat syarat persetujuan istri untuk berpoligami. Dengan demikian Ulama syafi’iyah hanya mensyaratkan Adil sebagai syarat dari poligami. Adapun syarat persetujuan istri dalam melakukan poligami sebagaimana yang dijelaskan pada Undang-Undang Perkawinan Nomor 1 Tahun 1974 terdapat maqasid syar’iyyah di dalamnya, yaitu agar suami dapat menghargai martabat perempuan, dan istri dan anak-anaknya mendapat hak-haknya dengan layak.

Kata Kunci: Analisis, Syarat-Syarat Poligami, Ulama Syafi’iyah, dan Pasal 5 Undang-undang Perkawinan 1 Tahun 1974.


Keywords


Analisis, Syarat-Syarat Poligami, Ulama Syafi’iyah, dan Pasal 5 Undang-undang Perkawinan 1 Tahun 1974.

References


Aji, A.M. "Hak dan Kewajiban Asasi Manusia Dalam Perspektif Islam," Salam; Sosial dan Budaya Syar-i, Volume 2, No. 2 (2015).

Aji, A.M.; Yunus, N.R. Basic Theory of Law and Justice, Jakarta: Jurisprudence Institute, 2018.

Al-Hamdani, Risalah nikah Hukum Perkawinan Islam, J akarta, Pustaka Amami, 1989.

Alya, Qonita. ”Kamus Bahasa Indonesia ”. J akartazPT Indahj aya Adipratama, 2009.

As-Syafi’i, Imam. Al-Umm Jilid 9, Jakarta, Pustaka Azam, 2014.

Gozali, Abdul Rahman. Fiqh Munakahat, Jakarta: Kencana, 2003.

Indra, Hasbi, et al., Potret Wanita Shalehah, Jakarta, Panamadani, 2004.

Kompilasi Hukum Islam, Tim Permata Press .

Maggalatung, A.S.; Aji, A.M.; Yunus, N.R. How The Law Works, Jakarta: Jurisprudence Institute, 2014.

Moleong, Lexy J. Metodologi Penelitian Kualitatif, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2011.

Mukri, S.G.; Aji, A.M.; Yunus, N.R. Relation of Religion, Economy, and Constitution In The Structure of State Life, STAATSRECHT: Indonesian Constitutional Law Journal, Volume 1, No. 1. (2017)

Nafls, Chalil. Fiqih Keluarga, Jakarta: Mitra Abadi Press, 2009.

Nasution, Khairudin. Status Wanita Di Asia Tenggara, Jakarta, Leiden, 2002.

Panduan penulisan Skripsi UIKA.

Ramulyo, Mohamad Idris. Hukum Perkawinan Islam, Jakarta: Bumi Aksara, 1996.

Sabiq, Sayid. Fiqih sunnah 3, Jakarta : Cakrawala Publising, 2008.

Saebani, Beni Ahmad. Fiqh Munakahat 2, Bandung: Pustaka Setia, 2001.

Shihab, Quraish. Perempuan, Jakarta: Penerbit Lentera Hati, 2007.

Sunggono, Bambang. Metodologi Penelitian, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2002.

Syuja, Abu. Fiqh Sunnah Imam Syafi’i, Sukmajaya: Fathan Media Prima, 2007.

Taqyuddin, Imam. Kifayatul Akhyar, Surabaya: CV Bina Iman, 2007.

Undang-Undang Perkawinan Nomor 1 Tahun 1974.




DOI: https://doi.org/10.32507/mizan.v3i2.283

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 muhammad muhyidin almutaarif

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Indexed by:

  

 


 

License

© Copyright CC BY-SA

web analytics View My Stats

Mizan, p-ISSN: 2598-974X, e-ISSN: 2598-6252