Keadilan Waris Dalam Alquran

Afidah Wahyuni

Abstract


Abstract:

Justice in the inheritance shown by the Qur'an positions men more than twice that of women. In addition, the principle of justice in Islamic inheritance law implies a balance between the rights obtained and inheritance with the obligations or burdens of life that must be borne or fulfilled among the heirs. Therefore, justice in inheritance does not mean equally sharing of inheritance to all heirs, but in favour of the truth as outlined by the Qur'an. If men get more from women, this is related to men's greater responsibility than women to finance their households. Differences based on the size of the burden and responsibility of men and women based on the law of the causality of rewards and responsibilities does not contain an element of discrimination. The specified women's agency is in balance with their obligations. Because in Islam, women are basically freed from taking on family economic responsibilities. Therefore, if a person receives a high share of an inheritance, it means that it is a manifestation of the level of obligation, which is a concept of sociological difference in Islamic societies.

Keywords: Justice, Inheritance, Inheritance Verses, Hadith About Inheritance

 

Abstrak:

Keadilan dalam waris yang ditunjukkan Alquran memposisikan laki-laki lebih unggul dua kali lipat dibandingkan dengan perempuan. Disamping itu, asas keadilan dalam hukum kewarisan Islam mengandung pengertian adanya keseimbangan antara hak yang diperoleh dan harta warisan dengan kewajiban atau beban kehidupan yang harus ditanggungnya atau ditunaikannya diantara para ahli waris. Oleh karena itu keadilan dalam kewarisan tidak berarti membagi sama rata harta warisan kepada semua ahli waris, tetapi berpihak kepada kebenaran sebagaimana yang telah digariskan oleh Alquran. Jika laki-laki memperoleh lebih banyak dari kaum perempuan, ini terkait dengan tanggung jawab laki-laki yang lebih besar dari perempuan untuk membiayai rumah tangganya. Perbedaan yang berdasarkan besar kecilnya beban dan tanggung jawab laki-laki dan perempuan berdasar hukum kausalitas imbalan dan tanggung jawab, bukan mengandung unsur diskriminasi. Forsi perempuan yang ditentukan tersebut seimbang dengan kewajibannya. Sebab dalam Islam, kaum wanita pada dasarnya dibebaskan dari memikul tanggungjawab ekonomi keluarga. Oleh karena itu, jika seseorang menerima bagian waris tinggi, berarti hal itu merupakan manifestasi dari tingkat kewajibannya, yang merupakan konsep perbedaan secara sosiologis dalam masyarakat Islam.

Kata Kunci: Keadilan, Waris, Ayat-Ayat Waris, Hadits Tentang Waris

Keywords


keadilan, waris, ayat-ayat waris, hadits tentang waris

Full Text:

PDF

References


Al-Fatni, Abdul Malik. Khulashah al Faraaid, Mesir: Mustafa al Baby al Halaby, 1949.

Al-Jurjani, Ali bin Muhammad al-Syarif. al-Ta’rifat. Beirut: Maktabah Lubnan, 1969.

Al-Qurtubi, Sumanto. Era Baru Fiqh Indonesia, Yogyakarta: Cermin, 1999.

Al-Shobuni, Muhammad Ali. al-Mawarits fi al-Syari’ah al-Islamiah ‘ala Dzau’ al-Kitab wa al-Sunnah, Terjemahan; A.M. Basmalah. Jakarta: Gema Insani Press, 1995.

Anshori, Abdul Ghofur. Filsafat Hukum Kewarisan Islam; Konsep Kewarisan Bilateral. Yogyakarta: UII Press, 2005.

Baidan, Nashruddin. Tafsir bi al-Ra yi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1999.

Baker, Ernest; dan Nietzsche, Humanisme dan Kapitalisme, Kajian Pemikiran Tentang Moralitas, Yogyakarta: Tiara Wacana, 1992.

Davies, Tony. Humanism, London: Routledge: 1997.

Dja’far, Moh. Polemik Hukum Waris. Jakarata: Kencana Mas Publishing House, 2007.

Ghoni, Abdul. Ikhtisar Faraid, Jakarta: Darul Ulum Press, 2003.

Hanitijo, Soemitro Ronny. Persepektif Sosial Dalam Pemahaman Masalah-Masalah Hukum, Semarang: Agung Press, 1998.

Hasniah, Hasan. Hukum Waris dalam Islam, Surabaya: PT Bina Ilmu, 1987.

Ibn Katsir, Isma’il ibn ‘Umar. Tafsir al-Qur’a’n al-‘Azdim, Jilid I. Beirut: Dar al-Fikr, 2005.

Istibsyarah. Hak-Hak Perempuan, Relasi Gender Menurut Tafsir al-Sya‘rawi, Jakarta: Teraju, 2004.

Maggalatung, A.S.; Aji, A.M.; Yunus, N.R. How The Law Works, Jakarta: Jurisprudence Institute, 2014.

Mudzhar, Atho. Letak Gagasan Munawir Sjadzali dalam Konteks Reaktualisasi Hukum Islam di Dunia Islam. Jakarta: Paramadina, 1995.

Mukri, S.G.; Aji, A.M.; Yunus, N.R. "Relation of Religion, Economy, and Constitution In The Structure of State Life," STAATSRECHT: Indonesian Constitutional Law Journal, Volume 1, No. 1. (2017).

Muslehuddin, Muhammad. Filsafat Hukum Islam dan Pemikiran Orientalis; Studi Perbandingan Sistem Hukum Islam. Yogyakarta: PT. Tiara Wacana, 1991.

Mutahhari, Murtaze. The Rights Women in Islam. Teheran: Wofis, 1981.

Nasr, Sayyed Hossein. The Heart Of Islam; Pesan-Pesan Universal Islam Untuk Kemanusiaan, Bandung: PT Mizan Pustaka, 2003.

Parman, Ali. Kewarisan Dalam al-Qur’an: Suatu Kajian Hukum dengan Pendekatan Tafsir Tematik. Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1995.

Sitompul, Anwar. Faraa’id, Hukum Waris Dalam Islam dan Masalah-Masalahnya, Surabaya: Al Ihlas. 1984.

Syaltut, Mahmud. al-Islam: Aqidah wa Syari’ah. Kairo: Dar al-Shorouk, 1997.

Syarifuddin, Amir. Pelaksanaan Hukum Kewarisan Islam Dalam Lingkungan Adat Minangkabau. Jakarta: PT. Gunung Agung, 1984.

Umar, Nasaruddin. Argumen Kesetaraan Jender, Perspektif Al Quran, Jakarta: Paramadina, 1999.

Zahari, Ahmad. Tiga Hukum Kewarisan Islam; Syafi’i, Hazairin dan KHI. Pontianak: Romeo Grafika, 2003.

Zaqzouq, Mahmoud Hamdi. Islam Dihujat Islam Menjawab, diterjemahkan dari Haqa’iq Islamiyah fiMuwajahat Hamalat at-Tasykik oleh Irfan Mas’ud. Jakarta: Lentera hati, 2008.




DOI: https://doi.org/10.32507/mizan.v3i2.501

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Afidah Wahyuni

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Indexed by:


 

License

© Copyright CC BY-SA

web analytics View My Stats

Mizan, p-ISSN: 2598-974X, e-ISSN: 2598-6252