Hoax as Challenge to Democratic Elections in the Context of Honest and Fair Principle

Ida Susilowati, Nur Rohim Yunus, Zahrotunnimah Zahrotunnimah

Abstract


Abstract

Indonesia as one of the countries that adheres to a democratic system based on the ideology of Pancasila. As a democratic country, realizing democratic elections becomes an obligation. Democratic elections are one of the basic foundations towards a democratic state, where leaders and representatives of the people as parties are considered capable of implementing people's aspirations through public policy. As a manifestation of the government's efforts to realize democratic elections, legislations related to general elections are made, one of which is the principle of direct, general, free, secret, honest, and fair, abbreviated as LUBERJURDIL in the Indonesian form of language. In another context, globalization presents a new challenge for democratic elections, especially in the context of political socialization. The role of political socialization through mass media and social media is a challenge in realizing elections based on the principle of "honest and fair", this paper argues. The hoax phenomena become something that cannot be considered insignificant in democratic elections, especially with the principles of honesty and fairness. This article discusses the hoax phenomena in the 2019 general election in the context of honest and fair elections principles. Hoax is a new challenge for the people and government in achieving the main objectives of the nation and state through democratic elections.

Keywords: General Election, Democracy, Hoax, Luberjurdil

 

AbstrakIndonesia sebagai salah satu negara yang menganut sistem demokrasi berdasarkan ideologi Pancasila. Sebagai negara yang demokratis, mewujudkan pemilu yang demokratis menjadi kewajiban. Pemilihan umum yang demokratis adalah salah satu fondasi dasar menuju negara yang demokratis, di mana para pemimpin dan perwakilan rakyat sebagai partai dianggap mampu melaksanakan aspirasi rakyat melalui kebijakan publik. Sebagai manifestasi dari upaya pemerintah untuk mewujudkan pemilihan umum yang demokratis, dibuatlah undang-undang yang terkait dengan pemilihan umum, salah satunya adalah prinsip langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil, disingkat LUBERJURDIL dalam bentuk bahasa Indonesia. Dalam konteks lain, globalisasi menghadirkan tantangan baru untuk pemilihan umum yang demokratis, terutama dalam konteks sosialisasi politik. Peran sosialisasi politik melalui media massa dan media sosial merupakan tantangan dalam mewujudkan pemilu berdasarkan prinsip "jujur dan adil", makalah ini berpendapat. Fenomena hoax menjadi sesuatu yang tidak bisa dianggap tidak signifikan dalam pemilihan demokratis, terutama dengan prinsip kejujuran dan keadilan. Artikel ini membahas fenomena tipuan dalam pemilihan umum 2019 dalam konteks prinsip pemilihan yang jujur dan adil. Hoax adalah tantangan baru bagi rakyat dan pemerintah dalam mencapai tujuan utama bangsa dan negara melalui pemilihan yang demokratis.Kata kunci: Pemilihan Umum, Demokrasi, Hoax, Luberjurdil

Keywords


general election, democracy, hoax, luberjurdil

Full Text:

PDF

References


Buku

Bhatti, Muhammad Sohail, Political And Cultural: History of Islam, Bhatti Sons Publisher: Lahore, 2003-2004.

Harmon, M. Judd, Political Thought From Plato To The Present, Mc Graw-Hill Book Company: London.

Jackson, Robert J. ; Doreen Jackson, A Comparative Introduction To Political Science, Prentice Hall: New Jersey, 1997.

Kaelan, Prof. Dr. H. M.S. ; Drs. H. Achmad Zubaidi, M.Si., Pendidikan Kewarganegaraan Untuk Perguruan Tinggi (Berdasarkan SK Dirjen Dikti No.43/DIKTI/KEP/2006, Paradigma: Yogyakarta, Edisi 2010.

Kaelan, Prof. Dr. M.S., Pendidikan Pancasila, Paradigma: Yogyakarta, Edisi Reformasi: 2016.

Maggalatung, A.S.; Aji, A.M.; Yunus, N.R. How The Law Works, Jakarta: Jurisprudence Institute, 2014.

Nadjib, Emha Ainun, Nasionalisme Muhammad: Islam Menyongsong Masa Depan, SIPRESS: Yogyakarta, Cetakan Pertama: Maret, 1995.

Yasid, Abu, Fiqh Today: Fatwa Tradisionalis untuk Orang Modern: Fikih Politik, Penerbit Erlangga: Jakarta, 2007.

Jurnal

Astuti, Yanti Dwi, “Peperangan Generasi Digital Natives Melawan Digital Hoax Melalui Kompetisi Kreatif”, dalam Jurnal INFORMASI: Kajian Ilmu Komunikasi, Volume. 47 No. 2 Desember 2017.

Fatayati, Sun, “Relevansi Asas-Asas Pemilu Sebagai Upaya Menciptakan Pemilu Yang Demokratis Dan Berintegritas”, dalam jurnal Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman, Volume 28 Nomor 1, Januari-Juni 2017.

Gumilar, Gumgum ; Justito Adiprasetio ; Nunik Mahari, “Literasi Media: Cerdas Menggunakan Media Sosial Dalam Menanggulangi Berita Palsu (Hoax) Oleh Siswa SMA”, dalam Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Vol.1 No.1, Februari 2017.

Jatmiko, Mochamad Iqbal, “Post-Truth, Media Sosial, Dan Misinformasi: Pergolakan Wacana Politik Pemilihan Presiden Indonesia Tahun 2019”, dalam Jurnal Dakwah Tabligh, Vol. 20, No. 1, Juni 2019.

Octafitria, Yovita, “Media Sosial Sebagai Agen Sosialisasi Politik Pada Kaum Muda”, dalam Indonesian Journal of Sociology and Education Policy.

Prabowo, Roch. Eddy, “Demokrasi Pancasila Sebagai Model Demokrasi Yang Rasional dan Spesifik”, dalam Jurnal Ilmiah CIVIS, Volume 1 No. 1 Januari 2011.

Rahadi, Dedi Rianto, “Perilaku Pengguna dan Informasi Hoax Di Media Sosial”, dalam Jurnal Manajemen & Kewirausahaan, Vol. 5 No. 1 2017.

Sahat, Benedictus, “Pentingnya Pengarsipan Arsip Pemilu Dalam Menunjang Pemilu Yang Jujur Dan Adil”, dalam Jurnal RechtsVinding : Media Pembinaan Hukum Nasional, Volume 3 Nomor 1, April 2014.

Septanto, Henri, “Pengaruh Hoax dan Ujaran Kebencian Sebuah Cyber Crime Dengan Teknologi Sederhana Di Kehidupan Sosial Masyarakat”, dalam Jurnal Kalbiscientia: Jurnal Sains dan Teknologi, Volume 5 No. 2 Agustus 2018.

Sodikin, “Pemilu Serentak (Pemilu Legislatif dengan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden) Dan Penguatan Sistem Presidensial”, dalam Jurnal Rechts Vinding: Media Pembinaan Hukum Nasional, Volume 3 Nomor 1, April 2014.

Syuhada, Kharisma Dimas, “Etika Media di Era ‘Post-Truth’”, Ethical Journalism Network (EJN): London, dalam Jurnal Komunikasi Indonesia, Volume. V Nomor. 1, April 2017.

Aji, A.M. "Hak dan Kewajiban Asasi Manusia Dalam Perspektif Islam," Salam; Sosial dan Budaya Syar-i, Volume 2, No. 2 (2015).

Mukri, S.G.; Aji, A.M.; Yunus, N.R. "Implementation of Religious Education in the Constitution of the Republic of Indonesia," Salam: Sosial dan Budaya Syar-i, Volume 3 No. 3 (2016).

Website

Admin KPU Jepara, Inilah Undang-Undang Yang Menjadi Dasar Pemilu 2019, 22 Agustus 2017, diakses dari www.kpujepara.go.id/inilah-undang-undang-yang-menjadi-dasar-pemilu-2019/ pada 14 April 2019, 23:32 WIB.

CNN Indonesia, KPU: Jumlah Pemilih Tetap Pemilu 2019 Capai 192 Juta, CNN Indonesia: Nasional (Berita Politik), Sabtu, 15 Desember 2018, 19:19 WIB, diakses dari https://m.cnnindonesia.com/nasional/20181215171713-32-353929/kpu-jumlah-pemilih -tetap-pemilu-2019-capai-192-juta.

Jakarta: Kompas.com, Ini 14 Partai Politik Peserta Pemilu 2019, Rumah Pemilu (Referensi Pemilu Indonesia) Nasional, Sabtu, 17 Februari 2019, 13:33 WIB, diakses dari https://nasional.kompas.com/read/2018/02/17/13333761/ini-14-partai-politik-peserta -pemilu-2019

DPR RI, Undang Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2012, hal. 5, diakses dari www.dpr.go.id

Eddy Cahyono, Media Sosial, Post-Truth dan Literasi Digital, Kantor Staf Presiden, 22/10/2018, Diakses dari ksp.go.id pada 15 November 2019, 12:43 WIB.




DOI: https://doi.org/10.32507/mizan.v3i2.502

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Ida Susilowati, Nur Rohim Yunus, Zahrotunnimah Zahrotunnimah

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Indexed by:


 

License

© Copyright CC BY-SA

web analytics View My Stats

Mizan, p-ISSN: 2598-974X, e-ISSN: 2598-6252