Tindak Pidana Agama Menurut Perspektif Hukum Islam, Hukum Positif dan Hak Asasi Manusia

Didi Hilman

Abstract


Abstract

Religious crime has been known since the days of Ancient Greece. All religions in the world prohibit criminal acts against religion. Al-Qur'an as the first source in Islamic law prohibits religious crime, but does not specifically regulate the type and form of punishment. Indonesia's positive law prohibits religious criminal offenses in various laws, such as Law Number 1/PNPS/1965 concerning Prevention of Abuse and/or Blasphemy in Religion, Book of Criminal Law Article 156 a, and Law Number 11 Year 2008 about Information and Electronic Transactions. Today, the existence of religious offenses is at issue because it is considered to be contrary to the principles of human rights. This study aims to explore religious crime from the perspective of Islamic law and positive law related to human rights. This research is a normative law research (Legal Research) with a normative juridical approach. This research is analytical descriptive, that is, research that reveals laws and regulations relating to legal theories which are the object of research. Data obtained through library research are then analyzed using the theory of maqosid al-shariah, the theory of religious crime (blasphemy), the theory of human rights, the theory of religious and state relations, and the theory of loss (harm principle). Based on this research, it can be concluded that according to Islamic law, religious crimes are acts that defile (tadnis), insult (istihza), make fun of (syatama), revile (saba) and curse (taq) Allah and His Messenger, the Book Holy Al-Qur'an, attacking the Islamic creed, and doing actions that deviate from the demands of Islamic teachings (bid'ah). Whereas according to positive law, religious crime is divided into heresy, blasphemy, defamation of religion, and invites others not to have a religion (Article 156a of the Criminal Code), expressions of hatred towards groups on the basis of religion (Article article) 156 of the Criminal Code), criminal offenses related to religion such as disrupting religious activities and worship (Articles 175, 176, 177 1st and 2nd, 178, 179, 180, 181, 503 2nd Penal Code).

Keywords: Religious Crime, Islamic Maqosid, Human Rights, Islamic Human Rights, Harm Theory

 

 


 

Abstrak

Kejahatan agama sudah dikenal sejak zaman Yunani Kuno. Semua agama di dunia melarang tindakan kriminal terhadap agama. Al-Qur'an sebagai sumber pertama dalam hukum Islam melarang kejahatan agama, tetapi tidak secara spesifik mengatur jenis dan bentuk hukuman. Hukum positif Indonesia melarang tindak pidana agama dalam berbagai undang-undang, seperti Undang-Undang Nomor 1 / PNPS / 1965 tentang Pencegahan Penyalahgunaan dan / atau Penistaan Agama, Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Pasal 156 a, dan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Saat ini, keberadaan pelanggaran agama menjadi masalah karena dianggap bertentangan dengan prinsip-prinsip hak asasi manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kejahatan agama dari perspektif hukum Islam dan hukum positif yang terkait dengan hak asasi manusia. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif (Penelitian Hukum) dengan pendekatan yuridis normatif. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik, yaitu penelitian yang mengungkap hukum dan peraturan yang berkaitan dengan teori hukum yang menjadi objek penelitian. Data yang diperoleh melalui penelitian kepustakaan kemudian dianalisis menggunakan teori maqosid al-syariah, teori kejahatan agama (penistaan), teori hak asasi manusia, teori agama dan hubungan negara, dan teori kerugian (prinsip kerugian). Berdasarkan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa menurut hukum Islam, kejahatan agama adalah tindakan yang menajiskan (tadnis), menghina (istihza), mengolok-olok (syatama), mencaci maki (saba) dan mengutuk (taq) Allah dan Rasul-Nya, Kitab Suci Al-Qur'an, menyerang akidah Islam, dan melakukan tindakan yang menyimpang dari tuntutan ajaran Islam (bid'ah). Sedangkan menurut hukum positif, kejahatan agama dibagi menjadi bidat, penistaan agama, pencemaran nama baik agama, dan mengundang orang lain untuk tidak beragama (Pasal 156a KUHP), ekspresi kebencian terhadap kelompok berdasarkan agama (Artikel artikel) 156 KUHP), pelanggaran pidana yang berkaitan dengan agama seperti mengganggu kegiatan keagamaan dan ibadah (Pasal 175, 176, 177 1 dan 2, 178, 179, 180, 181, 503 2nd KUHP).

Kata Kunci: Kejahatan Agama, Maqosid Islam, Hak Asasi Manusia, Hak Asasi Manusia Islam, Teori Bahaya


Keywords


Kejahatan Agama; Maqosid Islam; Hak Asasi Manusia; Hak Asasi Manusia Islam; Teori Bahaya

Full Text:

PDF

References


Buku

Abdurrahman, M. Mirza Ghulam Ahmad Plagiator Al-Qur’an Studi Banding Antara Ayat-ayat Tadzkirah Dan Ayat-ayat Al-Qur’an. Bandung: Rahman Press. 2015.

Al-Asqalany, Imam Al-Hafidz Ibnu Hajar. Bulughul Maram Five in One. Bandung: Penerbit Noura, 2017.

Al-Faifi, Sulaiman. Ringkasan Fiqih Sunnah Sayyid Sabic. Depok: Senja Media Utama, 2016.

Auda, Jasser. Maqasid Al-Shariah as Philosophey of Islamic Law. London: The International Institute of Islamic Thought. 2007

An-Naim, Abdullahi Ahmed. Islam and the Secular State. Harvard University Press, 2008.

Al Rasyid, Harun. Naskah UUD 1945 Sesudah Empat Kali Diubah oleh MPR. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia. 2007.

Ali, Mohammad Daud. Asas-asas Hukum Islam: Pengantar Ilmu Hukum dan Tata Hukum Islam di Indonesia. Jakarta: Rajawali Press. 1990.

Aji, A.M. Rasionalitas ijtihad Ibn Rusyd: kajian atas fiqh jinayat dalam kitab "Bidayat al-Mujtahid wa Nihayat al-Muqtashid, Bogor: Pustaka Pena Ilahi, 2010.

Aji, A.M.; Yunus, N.R. Basic Theory of Law and Justice, Jakarta: Jurisprudence Institute, 2018.Anshari, Endang Saifuddin. Piagam Jakarta 22 Juni 1945 Sebuah Konsensus Nasional Tentang Dasar Negara Republik Indonesia (1945-1949). Jakarta: Gema Insani Press, 1997.

Arief, Barda Nawawi. Delik Agama dan Penghinaan Tuhan (Blasphemy) di Indonesia dan Perbandingan Berbagai Negara, Semarang: BP Undip, 2007.

Arief, Barda Nawawi. Bunga Rampai Kebijakan Hukum Pidana Perkembangan Penyusunan Konsep KUHP Baru, Kencana Predana Media Group, Jakarta, 2008.

Asad, Talal. Reflections on Blasphemy and Secular Criticism. Fordham University Press. 2008.

Azhary, Muhammad Tahir. Negara Hukum Suatu Studi tentang Prinsip-Prinsipnya Dilihat dari Segi Hukum Islam, Implementasinya pada Periode Negara Madinah dan Masa Kini. Jakarta: Blan Bintang, 1992.

Basyir, Azhar. Ikhtisar Fikih Jinayat (Hukum Pidana Islam). Yogyakarta: UII Press, 2015.

Bowen, J.R. Religions in Practice. Boston: Allyn & Bacon, 1998.

Black’s Law Dictionary. Seventh Edition, West Group St. Paul Minn. 1991.

Budiardjo, Miriam. Dasar-Dasar Ilmu Politik. Jakarta; Gramedia Pustaka Utama, 2010.

Buku Pedoman Dasar Kerukunan Hidup Beragama 1985-1986. Jakarta: Sekretariat Jenderal Departemen Agama RI, 1986.

Chalil, Munawar. Definisi dan Sendi Agama. Jakarta: Bulan Bintang, 1970.

Coleman, Elizabeth Burns & White, Kevin (Editors). Negotiating the Sacred Blasphemy and Sacrilege in a Multicultural Society. Canberra: The Australian National University, 2007.

Departemen Agama RI. Kompilasi Peraturan Perundang-undangan Kerukunan Hidup Umat Beragama. Jakarta: Badan Litbang Agama dan Diklat Keagamaan Puslitbang Kehidupan Beragama, 2004.

Effendy, Marwan. Teori Hukum dari Perspektif Kebijakan Perbandingan dan Harmonisasi Hukum Pidana. Jakarta: Gaung Persada Press Group. 2014.

Fadjar, Abdul Mukti.Hukum Konstitusi & Mahkamah Konstitusi. Jakarta: Konstitusi Press, 2006.

Fakultas Hukum UNISBA, Hukum Untuk Manusia, Kado (tak) Istimewa Dari Fakultas Hukum UNISBA untuk Indonesia, Diterbirkan oleh Pilar Utama Mandiri bekerjasama dengan Pelaksana Peringatan Milad Fakultas Hukum Unisba ke-41 tahun, Bandung, 2012.

Feurbach, Ludwig. The Essence of Christianity. Newe York: Prometheus Books, 1989.

Feith, Herbert & Castles, Lance. Pemikiran Politik Indonesia 1945-1965. Jakarta: Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial. 1988.

Fiss, Joelle and Kestenbaum, Jocelyn Getgen. Respecting Rights? Measuring The World’s Blasphemy Laws. Washington: United State Commission On International Religious Freedom, 2017.

Fitzgerald. Salmond on Jurisprudence. London: Sweet and Maxwell. 1966.

Gazalba, Sidi. Mesjid Pusat Ibadat Dan Kebudayaan Islam. Jakarta: Pustaka Antara. 1983.

Hasan, Mustofa.Saebani, Beni Ahmad. Fiqh Jinayah.Hukum Pidana Islam. Bandung: 2013.

Hathout, Maher, with Uzma Jamil, Gasser Hathout & Nayyer Ali. In Pursuit of Justice the Jurisprudence of Human Rights in Islam. Los Angeles: Muslim Public Affairs Council, 2006.

Heryanto, Budiman & Tim Kompilasi KPT GKISW Jabar, Calvinis Aktual. Jakarta: Komisi Pengkajian Teologi (KPT) Gereja Kristen Indonesia Sinode Wilayah Jawa Barat, 2010.

Huijbers, Theo. Filsafat Hukum dalam Lintasan Sejarah. Yogyakarta: Kanisius. 1995.

Irfan, M. Nurul. Hukum Pidana Islam. Jakarta: Amzah. 2016.

Irfan, M. Nurul & Masyrofah. Fiqh Jinayah. Jakarta: Amzah. 2015.

Khaldun, Ibnu. Al-Allamah Abdurrahman bin Muhammad bin. Mukaddimah (Edisi Indonesia). Jakarta: Pustaka Al-Kautsar, 2011.

Kurzman, Charles (Ed). Islam Liberal Pemikiran Islam Kontemporer tentang Isu-Isu Global. Jakarta: Paramadina, 2001.

Lev, Daniel S. Hukum dan Politik Di Indonesia, Kesinambungan dan Perubahan. Terjemahan Nirwono dan A.E. Priyono. Jakarta: LP3ES, 1990.

Lev, Daniel S. Peradilan Agama Islam di Indonesia. Jakarta: Intermasa, 1986.

Lewis, Bernard. The Crisis of Islam.Holy War and Unholy Terror. New York: The Modern Library, 2003.

Mahmassani, Subhi. Konsep Dasar Hak-Hak Asasi Manusia, Studi Perbandingan Dalam Syariat Islam dan Perundang-undangan Modern. Jakarta: Tintamas, 1993.

Manan, Bagir (Editor). Kedaulatan Rakyat, Hak Asasi Manusia, dan Negara Hukum. Jakarta: Gaya Media, 1996.

Margiono. Muktiono.Rumadi. Irianto, Soelistyowati. Bukan Jalan Tengah Eksaminasi Publik Putusan Mahkamah Konstitusi Perihal Pengujian Undang-Undang Nomor 1 PNPS Tahun 1965 Tentang Penyalahgunaan dan/atau Penodaan Agama. Jakarta: The International Legal Resource Center, 2010.

Maggalatung, A.S.; Aji, A.M.; Yunus, N.R. How The Law Works, Jakarta: Jurisprudence Institute, 2014?

Muslich, Ahmad Wardi. Hukum Pidana Islam. Jakarta: Sinar Grafika, 2016.

Namazie, Maryam.Mahmoud, Nahla.Khatiri, Atoosa. Political and Legal Status of Apostates in Islam. London: Council of Ex Muslims of Britain, 2013.

Nasution, Harun dan Effendy, Bachtiar (Ed.) Hak Azasi Manusia Dalam Islam. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 1987.

Natsir, Mohammad. Agama dan Negara Dalam Persepektif Islam. Jakarta: Media Dakwah, 2001.

Natsir, Mohammad. Capita Selecta 2. Jakarta: PT Abadi dan Yayasan Capita Selecta, 2008.

Natsir, Mohammad. Capita Selecta 3. Jakarta: PT Abadi dan Yayasan Capita Selecta, 2008.

Noer, Deliar. Gerakan Moderen Islam di Indonesia 1900-1942. Jakarta: LP3ES, 1996.

Otto, Jan Michiel. Sharia Incorporated A Comparative Overview of the Legal System of Twelve Muslim Countries in Past and Present. The Hague: Leiden University Press, 2010.

Panitia Penulisan Buku 70 Tahun Prof.DR.H.M. Rasjidi. Jakarta: Harian Umum Pelita, 1985.

Patrick, John.J. and Long, Greald.P. Constitutional Debates On Freedom of Religion. Connecticut: Greenwood Press, tanpa tahun.

Poerwadarminta, WJS. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka, 1989.

Praja, Juhaya. S. Filsafat Hukum Antar Madzhab-Madzhab Barat dan Islam. Bandung: Latifah Press. 2014.

Praja, Juhaya. Delik Agama Dalam Hukum Pidana Di Indonesia. Bandung: Angkasa, 2007.

Praja, Juhaya. Teori Hukum Dan Aplikasinya, CV Pustaka Setia, Bandung, 2011.

Praja, Juhaya. Filsafat Hukum Antar Madzhab-Madzhab Barat Dan Islam, Penerbit Latifah Press Institut Agama Islam Latifah Mubarokiyah (IAIILM) Pondok Pesantren Suryalaya, Tasikmalaya Jawa Barat, Bandung, 2014.

Rahardjo, M. Dawam. Merayakan Kemajemukan Kebebasan Dan Kebangsaan. Jakarta: Kencana, 2010.

Rahman, Fazlur. Tema-Tema Pokok A-Qur’an. Bandung: MIzan, 2017.

Rasyidi, H.M. Sekulerisme Dalam Persoalan Lagi? Suatu Koreksi atas tulisan Drs. Nurcholis Madjid tentang Sekulerisasi. Jakarta: Yayasan Bangkit, 1972.

Rasyidi, H.M. Koreksi Terhadap DR Harun Nasution tentang” Islam ditinjau dari berbagai aspeknya’. Jakarta; Bulan Bintang, 1977.

Rasyidi, H.M. Empat Kuliah Agama Islam Pada Perguruan Tinggi. Depok: Kalam Ilmu Indonesia, 2011.

Rasyidi, H.M. Islam dan Kebatinan. Jakarta: Bulan Bintang, 1967.

Regus, Max. Understanding Human Rights Culture in Indonesia: A Case Study of the Ahmadiyya Minority Group. Tilburg University, 2017.

Roberts, Keith.A. Religion in Sociological Perspective. Illinois: The Dorsey Press, 1984.

Rousseau, Jean-Jacques. Perihal Kontrak Sosial atau Prinsip-Prinsip Hukum Politik. Jakarta:PT Dian Rakyat, 1989.

Sadurski, Wojciech. Moral Pluralism and Legal Neutrality. Dordrecht: Kluwer Academic Publishers, 1990.

Saleh, K. Wantjik. Tiga Undang-Undang Dasar. Jakarta: Ghalia Indonesia. 1977.

Santoso, Topo. Asas-Asas Hukum Pidana Islam, PT RajaGrafindo Persada, Jakarta, 2006.

Schmid, JJ. Von. Grote Denkers Over Staat en Recht (Van Plato Tot Kant). Terjemahan Ahli-ahli Pikir Besar Tentang Negara dan Hukum dari Palto sampai Kant. R. Wiranto dkk. Jakarta: Pembangunan. 1965.

Sekretariat Negara Republik Indonesia, Risalah Sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) Panitian Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) 28 Mei 1945 – 22 Agustus1945. Jakarta 1995.

Seno Adji, Oemar. Hukum (Acara) Pidana Dalam Prospeksi. Jakarta: Eralngga, 1984.

Setiadi, Edi. Bunga Rampai Hukum Pidana, Penerbit Fakultas Hukum Universitas Islam Bandung, Bandung, 2004.

Setiadi, Edi. dan Kristian Sistem Peradilan Pidana Terpadu Dan Sistem Penegakan Hukum

Di Indonesia, Prenadamedia Group, Jakarta, 2017.

Soeseno, Franz Magnis. Etika Politik. Prinsip-prinsip Moral Dasar Kenegaraan Modern. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.1999.

Soeseno, Franz Magnis.Filsafat Sebagai Ilmu Kritis. Yogyakarta: Kanisius, 1992.

Stirling, J.H. Lectures on the philosophy of law. London: Longmans & Co, 1873.

Subekti, Valkina Singka. Menyusun Konstitusi Transisi Pergulatan Kepentingan dan Pemikiran dalam Proses Perubahan UUD 1945. Jakarta:PT RajaGrafindo Persada, 2008.

Suhelmi, Ahmad. Pemikiran Politik Barat Kajian Sejarah Perkembangan Pemikiran Negara, Masyarakat dan Kekuasaan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2001.

Suminto, H. Aqib. Politik Islam Hindia Belanda. Jakarta: Lembaga Penelitian Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial, 1986.

Suryadinata, Leo. Arifin, Evi Nurvidya. Aris, Ananta. Penduduk Indonesia Etnis dan Agama Dalam Era Perubahan Politik. Hjakarta: LP3ES, 2003.

Suseno, Franz Magnis. Etika Politik. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2001.

Valerine, J.L.K. (Pengumpul). Metode Penelitian Hukum. Jakarta: Pascasarjana Fakultas Hukum Universitas Indonesia, 2009.

Wahjono, Padmo. Negara Republik Indonesia., Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 1995.

Yamin, Muh. Naskah Persiapan Undang-Undang Dasar 1945. Jakarta: Jajasan Prapantja, 1959.

Zainuddin, A. Rahman. Kekuasaan Dan Negara Pemikiran Politik Ibnu Khaldun. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 1992.

Artikel

Brugger, Wienfried. On the Relationship between Structural Norms and Constituional Rights in Curch-State Relations.

Manan, Bagir. Persepsi Pancasila dan UUD 1945 Terhadap Hak Asasi Manusia. Makalah disampaikan pada Seminar Nasional Sehari, FH UNISBA, September 1995.

Mootz III, Francis J. Faith and Politics in the Post-Secular Age: The Promise of President Obama. (2009). University of Nevada, Las Vegas – William S. Boyd School of Law. Scholarly Works Paper 60. http://scholars.law.unlv.edu/facpub/60.

Nammour, Jihad. State and Religion Comparing Cases of Changing Relations A Conference Report with original contributions by Dominik Hanf, Albert Peter Rethmann and Franz Magnis Suseno. Beirut: Friedrich Ebert Stiftung, 2011.

Nieuwenhuis, Aernout. European Court of Human Rights. State and Religion, Schools and Scarves, An Analysis of the Margin of Appreciation as Used in the Case of Leyla Sahin v. Turkey. Decision of 29 June 2004, Application Number 44774/98.

Calo, Zachary R. Religion, Human Rights, and Post-Secular Legal Theory. Rt. John’s Law Review: Vol. 85: Iss. 2, Article 5 http://scholarship.law.stjohns.edu/lawreview/vol85/iss2/5

Modak-Truran, Mark C. Secularization, Legal Indeterminacy, And Habermas’s Discourse Theory of Law. Florida State University Law Review, 35 FLA. ST. U.L.REV.73 (2007).

Modak-Truran, Beyond Theocracy and Secularism (Part I): Toward A New Paradigm for Law and Religion. http://works.bepress.com/mark_modak_truran/2

Gulalp, Haldun. Secularism in Europe, As Refracted through the Prism of the European Court of Human Rights: Comparative Analysis of State-Church Relations and the State Regulation of Religion. JURISTRAS project funded by the European Commission, DG Research, Priority 7, Citizens and Governance in a Knowledge Based Society (Contract no: FP6-028398).

Backer, Larry Cata. Religion As Object And The Grammar Of Law. Marquette Law Review. http://scholarship.law.marquette.edu/mulr/vol81/iss/5

Esposito, John L. Retreat from the Secular Path: The Democracy-Secularism Debate in the Muslim World. Quaderni di Relazioni Internazionali n.12 April 2010.

Gavino, Victor C. Religious Liberty and Blasphemy Law in Indonesia: Position Paper. Relg550. 22 Juli 2013.

Lain-lain.

Indische Staatsregering.

The Universal Declaration of Human Rights.

International Covenant on Civil and Political Rights 1966.




DOI: https://doi.org/10.32507/mizan.v4i1.593

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Didi Hilman

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Indexed by:


 

License

© Copyright CC BY-SA

web analytics View My Stats

Mizan, p-ISSN: 2598-974X, e-ISSN: 2598-6252