Keunggulan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah “Amanah Ummah” Dalam Penerapan Fatwa Dewan Syariah Nasional dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan

Andi Muhammad Asrun, Abdu Rahmat Rosyadi, Agus Satory, Yennie K. Milono

Abstract


Abstrak. Sejak diberlakukan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah, maka Bank Perkreditan Rakyat Syariah diperkuat dengan landasan hukumnya dengan berganti nama menjadi Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS). Bank Pembiyaan Rakyat Syariah  adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Perkembangan BPRS sejak diberlakukan undang-undang perbankan syariah trennya terus meningkat sejak tahun 2005 terdapat 81 BPRS, tahun 2013 menjadi 138 BPRS. Seluruh kegiatan BPRS wajib menerapkan prinsip-prinsip syariah yang difatwakan oleh Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). Setelah dibentuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK) saat ini telah terjadi perubahan regulasi bahwa keberlakuan fatwa DSN-MUI harus masuk ke dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (P-OJK). Permasalahan perbankan syariah yang timbul saat ini secara umum terjadi pada Bank Umum Syariah (BUS), Unit Usaha Syarian (UUS), maupun pada Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) dalam hal penerapan prinsip-prinsip syariah yang belum konsisten bahkan masih ada yang belum sesuai dengan fatwa DSN-MUI yang sudah menjadi peraturan OJK. Penelitian terhadap BPRS Amanah Ummah ini selain keunggulan dibidang aset permodalan juga perlu dilakukan penelitian aspek lainnya untuk menjamin terlaksananya prinsip-prinsip perbankan syariah secara pasti terutama untuk menghindari terjadinya praktik riba, gharar, dan maisir yang menjadi masalah utama dalam perbankan konvensional namun demikian juga masih terjadi pada perbankan syariah. Sesuai dengan latar belakang masalah tersebut maka dirumuskan pertanyaan penelitian. Bagaimana penerapan Fatwa Dewan Syariah Nasional dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan dalam produk-produk pembiayaan syariah BPRS Amanah Ummah? Apa kriteria BPRS Amanah Ummah sebagai BPRS yang unggul di Indonesia? Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan yuridis-normatif yang menempatkan peraturan perundang-undangan sebagai obyek penelitian yang sumber dari hukum primer, sekunder, dan tersier. Data primer diperoleh melalui konfirmasi langsung dengan pihak BPRS Amanah Ummah. Sedangkan data sekunder diperoleh dari peraturan perundang-undangan, buku, Jurnal, dan dokumen lainnya. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa dari produk-produk pembiayaan BPRS Amanah Ummah telah menerapkan prinsip-prinsip perbankan syariah berdasarkan Fatwa DSN-MUI dan SEOJK secara konsisten. Sedangkan kriteria keunggulan BPRS Amanah Ummah terletak pada posisi aset BPRS yang dibuktian dengan meraih penghargaan BPRS Unggul di Indonesia.

 

Kata Kunci: Keunggulan, Penerapan, BPRS, Fatwa DSN, SEOJK


Keywords


Keunggulan, Penerapan, BPRS, Fatwa DSN, SEOJK



DOI: https://doi.org/10.32507/mizan.v4i1.594

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Andi Muhammad Asrun, Abdu Rahmat Rosyadi, Agus Satory, Yennie K. Milono

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Indexed by:


 

License

© Copyright CC BY-SA

web analytics View My Stats

Mizan, p-ISSN: 2598-974X, e-ISSN: 2598-6252