Hak Waris Janin dan Metode Hitungan Bagiannya Dalam Waris Islam; Analisis dan Aplikatif

Raja Ritonga

Abstract


Abstract

The inheritance of Islam does not differentiate the level of age to get inheritance. Toddler age, children,adolescent, adult, parent or embryo even has a same position to get inheritance. Gender status and the life of embryo which have taqdiri characters and appear the prediction. Library research is the methodology of the research, then the determining of the embryo’s portion is analyzed and the method of the counting of his inheritance. The result of the research described that the existence of the embryo must be right proportionate to the death of the heir. The embryo be born in live becomes a determining of his inheritance. In the process of his inheritance’s counting, the prediction method is done for four times or three times. It is, the man embryo as a man, as a woman, as the twin women and the death embryo. After counting id done, the heirs are only able to take the small portion between four possibilities. Whereas the rest of the heir must be saved until the embryo’s born.

Keywords: heir, pregnant, embryo, womb, Islamic inheritance

Abstrak

Kewarisan dalam islam tidak membedakan tingkatan umur dalam mendapatkan warisan. Usia balita, anak-anak, remaja, dewasa, orang tua bahkan janin sekalipun mempunyai kedudukan yang sama untuk mendapatkan warisan. Status jenis kelamin dan hidup janin yang bersifat taqdiri memunculkan berupa prediksi. Metode penelitian ini merupakan library research, selanjutnya dilakukan analisis terkait penentuan bagian janin dan metode hitungan bagian warisnya. Hasil penelitian menjelaskan bahwa keberadaan janin harus berbanding lurus dengan kematian pewaris. Janin lahir dalam keadaaan hidup menjadi penentu hak warisnya. Pada proses hitungan bagian warisnya, dilakukan metode prediksi sebanyak empat atau tiga kemungkinan. Yaitu, janin dengan jenis kelamin sebagai seorang lelaki, sebagai seorang perempuan, sebagai perempuan kembar dan janin meninggal dunia. Pasca hitungan dilakukan, ahli waris hanya boleh mengambil bagian yang paling kecil di antara empat kemungkinan. Sedangkan sisa warisan harus disimpan sampai janin dilahirkan.

Kata Kunci: ahli waris, hamil, janin, rahim, waris islam,


Keywords


heir, pregnant, embryo, womb, Islamic inheritance

Full Text:

PDF

References


’Ajuz, Ahmad Muhyiddin Al. Al Mirats Al ’Adil Fi Al Islam Baina Al Mawarits Al Qadimah Wa Al Haditsah. Beirut: Muassasah Al Ma’arif, 1986.

Abdullah, Mulyana. “IMPLEMENTASI IMAN KEPADA AL-QADHA DAN AL-QADAR DALAM KEHIDUPAN UMAT MUSLIM.” Jurnal Pendidikan Agama Islam -Ta’lim Vol. 18, no. 1 (2020): 1–11.

Abi Nasr Muhammad bin Abdullah Imam. ‘I’Lam Nubala Bi Ahkam Miratsin Nisa. San’a: Mutakhossis, 2004.

Afidah Wahyuni. “Keadilan Waris Dalam Alquran.” MIZAN: Journal of Islamic Law 3, no. 2 (2019): 183–96. https://doi.org/10.32507/mizan.v3i2.501.

Alfarisi, Salman. “Hak Waris Anak Dalam Kandungan Menurut Fikih Syafi ’ i Dan Kompilasi Hukum Islam.” Jurnal Insitusi Politeknik Ganesha Medan 1, no. 1 (2020): 134–40.

An-Naisaburi, Al-Imam Abul Husain Muslim bin al-Hajjaj al-Qusyairi. Shohih Muslim. Kerajaan Arab Saudi: Darussalam, 2000.

Ar-Rozi, Syekh Imam Muhammad ibn Abu Bakar ibn Abdul Qodir. Mukhtarus Shohhah. Kairo: Dar El Hadith, 2003.

Darmawan. “Kewarisan Anak Dalam Kandungan, Anak Zina Dan Anak Li’an.” Al-Qānūn, Jurnal Pemikiran Dan Pembaharuan Hukum Islam 21, no. 2 (2018): 310–27.

Hikmawati, Risma, and Muhammad Saputra. “Manifestasi Keimanan Akan Makhluk Ghaib ( Jin ) Dalam Kehidupan Beragama Umat Islam.” Jurnal Aqidah Dan Filsafat Islam 4, no. 2 (2019): 131–55.

Indonesia, Kementerian Agama Republik. Al- Qur’ân Al- Karîm Dan Terjemahannya. Surabaya: Halim, 2014.

Kasim, Nur Mohamad. “STUDI KOMPARATIF WARIS MENURUT HUKUM ISLAM DAN HUKUM ADAT.” Http://Www.Ung.Ac.Id/, 2009.

Kennanda, Adhiya, and Rofaah Setyowati dan Islamiyati. “Kewarisan Anak Dalam Kandungan Dilihat Dari Perspektif Hukum Islam Adhiya Kennanda.” DIPONEGORO LAW REVIEW 3, no. 49 (2014): 1–11.

Khalifah, Muhammad Taha Abu Al ’Ala. Ahkam Al Mawarits Dirasah Tathbiqiyah. Kairo: Dar Al Salam, 2005.

Kurniawati, Eka, and Nurhasanah Bakhtiar. “Manusia Menurut Konsep Al-Qur`an Dan Sains.” Journal of Natural Science and Integration 1, no. 1 (2018): 78–94. https://doi.org/10.24014/jnsi.v1i1.5198.

Lahia, David. “ASPEK HUKUM TERHADAP BAYI TABUNG DAN SEWA RAHIM DARI PERSPEKTIF HUKUM PERDATA.” Lex Privatum V, no. 4 (2017): 130–37.

NASRUL, IKHWAN. “STATUS ANAK DALAM KANDUNGAN SEBAGAI AHLI WARIS (PERBANDINGAN FIKIH MAWARIS DAN KUHPerdata).” FAKULTAS SYARIAH DAN HUKUM UIN ALAUDDIN MAKASSAR, 2015.

Nicolas, Djone Georges. “ANALISIS PENYINGKAPAN RAHASIA DI BALIK PENDERITAAN AYUB DI DALAM KITAB AYUB.” Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia 6, no. 3 (2021).

Permana, Sugiri. “Kesetaraan Gender Dalam Ijtihad Hukum Waris Di Indonesia.” Asy-Syari’ah 20, no. 2 (2018): 117–32. https://doi.org/10.15575/as.v20i2.3210.

Qonun, Lajnah Qism Al Fiqh Fak. Syariah wal. Fiqh Al Mawarits. Kairo: Universitas Al Azhar, 2010.

Suri, Atika, Nur Fauziah, Aziizah Nur Fauzi, and Umma Ainayah. “Analisis Maraknya Perceraian Pada Masa Pandemi.” Mizan: Journal of Islamic Law 4, no. 2 (2020): 181–92. https://doi.org/10.32507/mizan.v4i2.794.

Tawakal, Hilmy Abidzar, Zaki Imaduddin, and Irfan Yudianto B. Saroyo Prasetyo. “Sistem Informasi Dan Monitoring Perkembangan Janin Berbasis Android.” Jurnal Teknologi Terpadu 1, no. 1 (2015): 31–37.

Washil, Naser Farid Muhammad. Fiqhu Al Mawarits Wa Al Wasiyah. Kairo: Dar Al Salam, 1995.




DOI: https://doi.org/10.32507/mizan.v5i1.900

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Raja Ritonga

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Indexed by:

  

 


 

License

© Copyright CC BY-SA

web analytics View My Stats

Mizan, p-ISSN: 2598-974X, e-ISSN: 2598-6252