Taat Bersyarat Terhadap Ulil Amri; Mengurai Relasi Antara Rakyat Dan Pemimpin Dalam Konteks Fikih Siyasah

Moh Ali Wafa

Abstract


In Islam normatively rebellion and rebellion against the legitimate government is not permitted. However, in reality rebellion and treason often occur. This article examines the law of rebellion and treason against a legitimate government from the perspective of Islamic law and positive law. This study uses a normative approach with a focus on the discussion of comparative legal concept analysis. This article aims to compare discourses and concepts about bughat or rebellion and treason between Islamic law and positive law. This research answers various problems of rebellion and treason in the perspective of Islamic law and positive law. Rebellion and treason are prohibited because they are not in accordance with the maqhasid al-Shariah. Likewise, in Indonesia's positive law, treason is considered a crime.

Keywords: Bughat; Islamic law; Positive Law in Indonesia

 

Abstrak

Dalam Islam secara normatif pemberontakan dan pemberontakan terhadap pemerintahan yang sah tidak diizinkan. Tetapi, kenyataannya pemberontakan dan makar sering terjadi. Tulisan di bawah ini ingin mengupas hukum pemberontakan dan makar terhadap pemerintahan yang sah dari perspektif hukum Islam dan hukum positif. Penelitian ini menggunakan pendekatan normatif dengan fokus pembahasan pada analisis konsep hukum secara komparatif. Artikel ini bertujuan untuk membandingkan wacana dan konsep tentang bughat atau pemberontakan dan makar antara hukum Islam dan hukum positif. Penelitian ini menjawab pelbagai permasalahan pemberontakan dan makar dalam perspektif hukum Islam dan hukum positif. Pemberontakan dan makar itu dilarang karena tidak sesuai dengan maqhasid al-Syariah. Begitu juga dalam hukum positif Indonesia, tindakan makar dianggap sebagai kejahatan.

Kata Kunci: Bughat; Hukum Islam; Hukum Positif di Indonesia


Keywords


Bughat; Hukum Islam; Hukum Positif di Indonesia

Full Text:

PDF

References


Al-Ghazali. al-Mustashfa min Ilmi al-Ushul. Madinah al-Munawwarah.

Al-Maraghi, A. M. Tafsir Al-Maraghi,cet III, Juz I. Beirut: Dar-Fikr.

Al-Mawardi. Al-Ahkam as-Sulthaniyah. Beirut: Dar al-Fikr.

Al-Syarwani, A. H. Hasyiyah asy-Syarwani ‘ala Tuhfatul Muhtaj. Beirut: Daar Al-Kutub. Al-Ilmiyah.

Hadjon, P. M. (2002). Good Governance dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. Meritokrasi, 1(1), 9.

Hidayat, K. (2007). Pendidikan Kewarganegaraan (Civic Education): Demokrasi, Hak Asasi Manusia dan Masyarakat Madani. Jakarta: ICCE.

Hikam, M. A. (1999). Politik Kewarganegaraan. Jakarta: Erlangga.

Hobbes, T. (1974). Leviathan. Oxford: Oxford University Pers.

Ibnu Jarir at-Thabari. Jami’ul Bayan ‘An Ta’wil Ayy al-Qur’an, Juz 5. MaktabahSyamilah.

Lock, J. (1970). Two Treaties of Government. Cambridge: Cambridge University Press.

Mukri, S.G.; Aji, A.M.; Yunus, N.R. (2016). "Implementation of Religious Education in the Constitution of the Republic of Indonesia," Salam: Sosial dan Budaya Syar-i, Volume 3 No. 3.

Mukri, S.G.; Aji, A.M.; Yunus, N.R. (2017). Relation of Religion, Economy, and Constitution In The Structure of State Life, STAATSRECHT: Indonesian Constitutional Law Journal, Volume 1, No. 1.

Praja, u. S. (2000). Tafsir Hikmah; Seputar Ibadah, Muamalah, Jin, dan Manusia . Bandung: Remaja Rosdakarya.

Ridwan, J., & Ahmad Sodik Sudrajat. (2009). Hukum Administrasi Negara dan Kebijakan Pelayan Publik. Bandung: Nuansa.

Ubaedillah. (2015). Pancasila Demokrasi dan Pencegahan Korupsi. Jakarta: Kencana: Kencana.




DOI: https://doi.org/10.32507/mizan.v5i1.902

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Moh Ali Wafa

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Indexed by:

  

 


 

License

© Copyright CC BY-SA

web analytics View My Stats

Mizan, p-ISSN: 2598-974X, e-ISSN: 2598-6252