Nikah Siri Dalam Perspektif Islam
Abstract
Abstract: Nikah Siri is a term developed in the community, which means marriage under the hand; a process of marriage in accordance with the rules and regulations in Islam, as their guardian, witnesses and the Islamic marriage contract, just do not do the recording at the office of the Religious Affairs (KUA) as an official from the Ministry of Religion for those who perform marriages according to Islam and at the offices of those who hold civil marriage according to religious beliefs other than Islam. Without a recording then indirectly the government has not recognized the official bond, so there are matters relating to the rights of children and a wife who cann’t be met. Therefore, this study wanted to examine how Islam views nikah siri after seen the negative consequences thereof.
Keywords: Marriage, Siri, Islam
Abstrak: Nikah Siri merupakan istilah yang berkembang di masyarakat yang berarti nikah di bawah tangan; yaitu sebuah proses pernikahan sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku dalam Islam, seperti adanya wali, saksi dan ijab qabul, hanya saja tidak dilakukan pencatatan pada kantor urusan Agama (KUA) sebagai petugas resmi dari kantor Kementerian Agama bagi mereka yang melakukan perkawinannya menurut agama Islam, dan pada kantor sipil bagi yang melangsungkan perkawinannya menurut agama dan kepercayaan selain agama Islam. Tanpa adanya pencatatan maka secara tidak langsung pemerintah belum mengakui adanya ikatan resmi ini, sehingga ada hal-hal yang berkenaan dengan hak anak dan istri yang tidak dapat terpenuhi. Oleh karenanya, penelitian ini ingin mengkaji bagaimana Islam memandang nikah siri setelah terlihat akibat negatif yang ditimbulkannya.
Kata Kunci: Nikah, Siri, Islam
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Abdullah, Abdul Ghani, Pengantar Kompilasi Hukum Islam, Gema Insani Press, Jakarta, 1994.
Al Jazairi, Abdurrahman, Al Fiqh ‘ala Madzahib al Arba’ah. tth
Alquran al-Karim dan terjemahannya: Departemen Agama cet 2002
Ashiddiqy, Hasby, Hukum-hukum Fiqh Islam, Bulan bintang, cet 7, 1991
Ashon’any, Subulussalam, cet Jami’ah Imam 1977
Bisri, Cik Hasan. Kompilasi Hukum Islam, Logos cet.2, 1999
Ensiklopedia Hukum Islam. Jakarta: PT Ikhtiar Baru van Hoeve, 1997
Ensiklopedia Islam, Jakarta: PT Ikhtiar Baru van Hoever, 1997
Haroen Nasrun, Ushul Fiqh, Logos cet 2, 1997
Ichsan, Ahmad, Hukum Perkawinan bagi yang beragama Islam.tth
Ramulyo, Idris, Hukum Perkawinan Islam, Bumi aksara cet.2 1999
Sabik, Sayid, Fiqh al-Sunnah. Dar al-fikr. Cet.1.1977
DOI: https://doi.org/10.32507/mizan.v1i1.117
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2018 Ahmad Sobari

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Indexed by:
© Copyright CC BY-SA Mizan, p-ISSN: 2598-974X, e-ISSN: 2598-6252 |
Mizan: Journal of Islamic Law Published by Department of Ahwal Al-Syakhsiyyah, Faculty of Tarbiyah, Universitas Ibn Khaldun Bogor in partnership with Himpunan Ilmuwan dan Sarjana Syariah Indonesia (HISSI) DKI Jakarta.
Editorial Office:
FAI Building, 1st Floor, Department of Ahwal Al-Syakhsiyyah, Kedung Badak, Bogor City, West Java, Indonesia 16162 Phone/Fax. 0251-849529, Email: Mizan@uika-bogor.ac.id